
Muhammad Fajrul Falah (18) menjadi salah satu jemaah haji muda yang berangkat tahun ini. Jemaah dari Embarkasi Batam (BTH) asal Pontianak ini menggantikan porsi ayahnya yang meninggal dunia.
“Mungkin orang mengira saya daftar sejak kecil, padahal saya gantikan almarhum ayah yang seharusnya dijadwalkan tahun lalu,” kata Fajrul kepada tim Media Center Haji (MCH) di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Jumat (8/5/2026).
“Karena ayah meninggal duluan, porsinya dilimpahkan ke kakak saya, tapi karena belum siap, akhirnya dilimpahkan ke saya,” lanjut Fajrul.
Di tanah suci, ia akan mendoakan almarhum ayahnya agar ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu, mahasiswa semester dua fakultas kedokteran Universitas Maritim Raja Ali Haji tersebut juga berdoa agar mendapat kemudahan selama menempuh pendidikan.
Sebelum berangkat menuju hotel bersama rombongan, ia juga mengapresiasi Kemenhaj atas pelayanan jemaah yang sangat ramah.
“Sejak dari Pontianak pelayanan cukup baik dan ramah. Instruksi jelas, jika ada kesalahan dikoreksi, dan tidak membuat para jemaah merasa tidak enak,” ucapnya.
“Alhamdulillah pelayanannya bagus,” tutup Fajrul.
Perjalanan Haji yang Berbeda
Fajrul merupakan salah satu contoh dari banyak jemaah haji yang memiliki cerita unik dalam perjalanannya. Berbeda dengan jemaah lain yang sudah lama menanti kesempatan untuk beribadah, Fajrul mengambil alih porsi ayahnya yang seharusnya berangkat pada tahun sebelumnya.
Keputusan ini tentu bukan hal mudah, mengingat tugas sebagai jemaah haji membutuhkan persiapan fisik dan mental yang matang. Namun, Fajrul tampak tenang dan percaya diri saat menghadapi proses ibadah. Ia menjelaskan bahwa ia tidak hanya ingin melaksanakan rukun haji, tetapi juga memberikan doa untuk almarhum ayahnya.
Selain itu, ia juga berharap bisa mendapatkan kelancaran dalam studinya. Sebagai mahasiswa kedokteran, Fajrul memiliki tanggung jawab besar di masa depan. Dengan berhaji, ia merasa semakin dekat dengan Tuhan dan memperkuat imannya.
Pelayanan yang Memuaskan
Salah satu hal yang membuat Fajrul merasa nyaman adalah pelayanan yang diberikan oleh Kemenhaj. Ia menyebutkan bahwa sejak awal perjalanan dari Pontianak hingga tiba di Jeddah, semua proses berjalan lancar dan terorganisir dengan baik.
- Petugas terlihat ramah dan proaktif dalam memberikan informasi serta bantuan kepada jemaah.
- Setiap langkah yang dilakukan jemaah dijelaskan secara jelas, sehingga tidak ada kebingungan.
- Jika ada kesalahan, petugas langsung memberikan koreksi tanpa membuat jemaah merasa tidak nyaman.
Hal ini menunjukkan bahwa Kemenhaj telah melakukan upaya maksimal dalam memastikan kenyamanan dan kesejahteraan jemaah haji.
Harapan dan Doa
Dalam wawancaranya, Fajrul juga menyampaikan harapan-harapan yang ia bawa bersamanya. Selain doa untuk ayahnya, ia berharap bisa menjadi lebih baik lagi dalam menjalani hidup.
Ia percaya bahwa berhaji adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan memperkuat keyakinan. Dengan doa-doa yang ia panjatkan, Fajrul berharap bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dan bermanfaat bagi orang lain.
Posting Komentar untuk "Cerita remaja yatim ingin berangkat haji: Harusnya ayah yang pergi tahun ini"