
Kenaikan harga BBM solar non subsidi yang kini mencapai sekitar Rp 30 ribu per liter mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pasar mobil bekas. Banyak pedagang mengaku harus menyesuaikan harga, baik saat membeli maupun menjual kendaraan kepada konsumen.
Pengelola lapak di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, menyampaikan bahwa penurunan harga sudah terjadi di tingkat pedagang. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi turunnya minat beli konsumen terhadap mobil diesel.
“Dulu, saat saya mengambil Innova diesel bekas, saya biasanya membelinya dengan harga Rp 340 juta. Sekarang, saya paling tinggi menawarkan harga Rp 310 juta hingga Rp 315 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini tidak bisa dihindari karena langsung memengaruhi harga jual. Di sisi lain, para pedagang tetap harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan unit sebelum menjual kembali.
“Saya terpaksa menurunkan harga beli karena berdampak pada harga jual. Konsumen yang ingin membeli pasti akan berkurang juga,” katanya.
Untuk harga jual, unit seperti Toyota Kijang Innova Diesel kini berada di kisaran lebih rendah dibanding sebelumnya. Meski begitu, margin keuntungan tetap dijaga dengan memperhitungkan biaya perbaikan.
“Kalau dari saya jualnya mungkin di angka Rp 330 jutaan. Karena mobil bekas harus saya perbaiki dari segi mesin sampai bodi dan komponen lainnya,” ucap Peter.

Ia mengungkapkan bahwa penurunan minat terhadap mobil diesel sebenarnya sudah terasa sejak kemunculan mobil hybrid. Namun, kenaikan harga solar semakin mempercepat tren tersebut.
“Penurunan penjualan mobil diesel bekas sudah ada semenjak mobil hybrid ramai. Penurunan daya beli seperti Toyota Innova diesel itu sekitar 30 sampai 40 persen,” jelasnya.
Meski begitu, untuk unit tertentu dengan kondisi langka, harga masih bisa bertahan tinggi. Salah satunya varian tertinggi yang sudah tidak diproduksi lagi.
“Innova diesel tahun 2022 yang Venturer, mungkin masih bisa jual di Rp 430 juta sampai Rp 440 jutaan. Harganya segitu karena barangnya sudah enggak ada lagi,” katanya.

Sementara untuk alternatif yang lebih terjangkau, konsumen masih bisa melirik varian lain dengan tahun lebih muda maupun lebih tua. Selisih harga ditentukan oleh tipe dan kondisi kendaraan.
“Untuk Innova diesel alternatifnya bisa ambil yang tipe V tahun 2022 itu harganya sekitar Rp 360 juta sampai Rp 380 jutaan. Atau yang tahun 2020 itu harganya Rp 330 jutaan,” ujarnya.
Menurut Peter, kondisi pasar saat ini membuat mobil diesel bekas semakin sulit terjual. Stok di lapangan bahkan mulai menumpuk karena perputaran unit yang melambat.

“Sekarang juga masih numpuk, kita lagi coba jualin. Di toko ada sekitar 8 sampai 10 unit yang diesel mulai dari Innova, Fortuner, Pajero,” tutupnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kenaikan harga solar non subsidi tidak hanya berdampak pada biaya operasional, tetapi juga mulai mengubah dinamika pasar mobil bekas, khususnya di segmen diesel.
Posting Komentar untuk "Harga BBM Rp30 Ribu, Mobil Diesel Bekas Kehilangan Peminat"