Kondisi Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan penjelasan terkini mengenai situasi kapal tanker Pertamina yang masih belum bisa melewati Selat Hormuz akibat blokade dari Iran. Menurut Luhut, Presiden Prabowo tengah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar tidak ada yang merasa tersinggung, mengingat Indonesia dikenal sebagai negara nonblok.
Dalam acara Ngobrol Seru bersama Editor in Chief IDN Times, Uni Lubis, Luhut mengakui bahwa masih ada beberapa kapal tanker Pertamina yang belum bisa melintasi Selat Hormuz dan kembali ke Indonesia. Namun, komunikasi antara pemerintah dengan Iran tetap berlangsung.
"Ya memang itu, tapi saya lihat pemerintah sekarang ada komunikasi. Bukan pemerintah, elemen-elemen dari pemerintah ada yang mulai berkomunikasi dan mereka (Iran) juga ingin buka komunikasi. Tapi di same time kita juga harus perhatikan juga hubungan kita dengan Amerika. Jadi ya menurut saya pemerintah harus cerdik-cerdik lah bernavigasi di antaranya," ujar Luhut.

Keberhasilan Presiden Prabowo dalam Menghadapi Krisis
Luhut mengakui kecerdikan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani krisis kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz. Menurutnya, Prabowo berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat pihak-pihak terlibat dalam konflik antara Iran versus Israel-AS merasa sakit hati.
"Hanya memang lagi-lagi Presiden saya lihat cukup cerdik juga untuk betul-betul bernavigasi supaya jangan ada teman kita yang sakit hati atau merasa seperti ditinggalkan dan sebagainya," kata Luhut.

Perhatian pada Hubungan dengan Donald Trump
Dalam kecerdikan Prabowo bernavigasi, Luhut menyiratkan bahwa orang nomor satu di RI tersebut juga berupaya menjaga hubungan baik dengan Presiden AS, Donald Trump. Menurut Luhut, saat ini Amerika memiliki presiden yang sangat reaktif dan impulsif.
"Sekarang kita lihat Amerika presidennya begitu. Sangat reaktif impulsif sekali. Jadi saya lihat Presiden Prabowo sangat paham karena hubungan mereka saya tahu persis baik," ujar Luhut.

Informasi Terkini tentang Kapal Tanker Pertamina
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran bersama Pertamina masih melakukan negosiasi dengan pemerintah Iran agar dua kapal bisa melintasi Selat Hormuz.
“Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri. Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa,” ujar dia.
Sugiono menambahkan bahwa saat ini Iran masih melakukan blokade terhadap Selat Hormuz. Semua kapal yang ingin melintas harus mematuhi syarat yang diminta Iran.
"Kemudian tentu saja ada perkembangan lagi tentang blokade Hormuz. Kemudian juga ada beberapa perkembangan terkait dengan syarat-syarat dari kapal boleh lewat dan sebagainya dan sebagainya, yang itu masih menjadi hal-hal yang kita negosiasikan dan kita bicarakan,” kata dia.
Posting Komentar untuk "Luhut Buka Suara Soal Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz"