
CO.ID, GEORGIA — Wali Kota Cohutta, sebuah kota kecil di negara bagian Georgia, mengambil langkah yang mengejutkan dengan membubarkan seluruh departemen kepolisian setempat dan memberhentikan seluruh 10 pegawai polisi. Keputusan ini diambil setelah munculnya perselisihan terkait keluhan dari sejumlah petugas polisi terhadap istri wali kota.
Menurut laporan dari WDEF, Wali Kota Cohutta Ron Shinnick mengumumkan penutupan Departemen Kepolisian Cohutta dan pemberhentian semua personel pada hari Rabu waktu setempat. Sebuah pengumuman dipasang di pintu kantor polisi yang menyatakan bahwa departemen tersebut telah dibubarkan dan seluruh pegawai diberhentikan.
Belum ada informasi jelas apakah para pegawai telah diberitahu sebelum keputusan tersebut diumumkan atau apakah mereka baru mengetahui pemecatan saat datang bekerja. Langkah ini secara efektif membuat kota berpenduduk sekitar 1.000 jiwa itu tidak lagi memiliki aparat kepolisian sendiri, sehingga memicu pertanyaan tentang kepemimpinan, dugaan balas dendam politik, serta keamanan publik.
“Mereka tetap akan menerima gaji. Kami bukan seperti itu, dan saya menghargai pelayanan mereka. Tetapi sudah waktunya perubahan,” kata Shinnick saat diminta memberikan komentar mengenai keputusannya.
Perselisihan bermula beberapa bulan lalu ketika sejumlah polisi mengajukan keluhan resmi terhadap mantan panitera kota, Pat Shinnick, yang juga merupakan istri wali kota. Pat Shinnick sebelumnya diberhentikan dari jabatannya karena diduga menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif. Namun menurut laporan dari para polisi, meskipun telah dipecat, ia disebut masih bekerja dan tetap memiliki akses terhadap data pribadi warga Cohutta.
Setelah keluhan tersebut muncul, Wali Kota Ron Shinnick, Kepala Polisi Greg Fowler, dan pengacara kota Brian Rayburn sempat menggelar konferensi pers dan menyatakan bahwa masalah telah diselesaikan melalui dialog terbuka dan mediasi. Namun hanya seminggu kemudian, seluruh departemen kepolisian justru dibubarkan.
Mantan Sersan Jeremy May menuding bahwa keputusan tersebut bermotif pribadi. “Semua ini berasal dari dendam pribadi wali kota, dan saya sangat meyakini itu,” katanya kepada WRCB-TV. Ia menilai pemecatan massal terjadi setelah para polisi menuntut transparansi terkait dugaan keterlibatan istri wali kota dalam administrasi kota.
Rapat warga dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 8 Mei, dengan agenda pembahasan pembentukan kembali departemen kepolisian serta tuntutan pengunduran diri Wali Kota Ron Shinnick. Hingga kini, Shinnick dan pengacara kota belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas permintaan komentar media.
Penyebab Konflik
- Perselisihan dimulai dari keluhan resmi para polisi terhadap istri wali kota, Pat Shinnick.
- Pat Shinnick sebelumnya dipecat karena dugaan menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif.
- Para polisi mengklaim bahwa Pat Shinnick masih memiliki akses ke data pribadi warga meski telah dipecat.
Respons Pihak Terkait
- Wali Kota Ron Shinnick menyatakan bahwa keputusan untuk membubarkan departemen kepolisian adalah langkah perubahan.
- Kepala Polisi Greg Fowler dan pengacara kota Brian Rayburn mengklaim masalah telah diselesaikan melalui dialog dan mediasi.
- Mantan Sersan Jeremy May menuding bahwa keputusan tersebut berasal dari dendam pribadi.
Tantangan Masa Depan
- Kota Cohutta kini tidak memiliki aparat kepolisian sendiri.
- Masyarakat mulai khawatir terhadap keamanan publik.
- Rapat warga dijadwalkan untuk membahas pembentukan kembali departemen kepolisian dan tuntutan pengunduran diri wali kota.
Posting Komentar untuk "Skandal Polisi Georgia: Bubar Usai Tegur Istri Wali Kota"